Saya GeeR-an, Kamu?

October 28, 2009

Okey, sejak SMP, tanpa saya sadari, saya punya motto: LEBIH BAIK GEER DARIPADA JATUH CINTA. This motto was inspired by a brother who was always around at that time. Actualy those words were just some jumbled words that’s not coming from a special meditation. Those words just came out from his mouth while we were joking. But somehow those words just stuck in my head. And until now, i always know that those word are me.

Geez,, you have no idea how “GeeR-an” i am. Kalo ada kontes orang ter-GeeR sedunia, mungkin gwa bisa juara. Hihihihi. It’s no kidding. Kalo ada cowo, manis yang tanpa sengaja harus berinteraksi dengan loe di tempat umum, apa reaksi loe? Mungkin loe akan biasa saja. Tapi ngga dengan gwa. Gwa bisa membuat berbagai skenario di kepala gwa yang menggambarkan bahwa tu cowo “have a thing for me”. Silly right?? Hehehe.

But it’s not always about guy. I am “GeeR” almost about everything. Misalnya ada yang lagi ngomongin tentang cewe tinggi dengan kulit agak gelap, wuih sensor saya langsung bereaksi. Saya akan langsung berpikir: “jangan-jangan lagi ngomongin gwa nih”. Padahal kan di dunia ini cewe tinggi dengan kulit agak gelap bukan cuma saya. Hehehe. Atau misalnya tiba-tiba di sudut ruangan kantor ada kado. Jangan ketawa karena ini sungguhan, akan sempat terpikir dalam benak saya, kalo itu kado buat saya. Dengan pemikiran: “oh saya kan baru ulang tahun 3 minggu lagu. Mungkin mereka baru sempet ngasih kado sekarang.” Hahahahaha freak right????

Well i know, you might find me crazy or stupid. But i enjoy being a “GeeR”an person. At least i have a chance to feel happy (yang pasti emang gwa lebih sering nge-GeeR-in yang bagus2), although in the end it’s just a fake. It’s nothing but some delusion i made. Oow, but i guess i have to be aware for something that called Delusional Disorder. Hahaha. I don’t want people to know me as a psycho. heuheuheu.

Ngga kok, saya belum sampe tahap itu. Saya masih tau kalo saya cuman geer bukan berdelusi. Artinya kadang-kadang saya memilih untuk geer aja -palagi kalo liat cowo ganteng. Geer setidaknya ngga melibatkan hati, geer cuma emosi. Dan geer juga ngga menyakiti orang lain kan? Makanya, mending geer daripada jatuh cinta. Apalagi kalo kamu udah punya pacar. Hahahahahahaha.

It kind of remind me about Taylor Townsend. Yeah, it’s a character name from the US series The O.C. “the preppy, double-crossing nemesis of Summer Roberts”. Here i quote one of her dialogue with seth.

TaylorTownsend

Taylor:

“Ah That Taylor. She is so pathetic. Someone’s the least bit nice to her and she becomes totally obsessed with them. First Me, and then her French Husband when he lent her a subway ticket, now Ryan.”

Seth:

“Well You know, isn’t it kind of true?”

Taylor:

“So what?”

“Yes, i have a psychological predilection to become romantically attached to men who are nice to me. Due to the fact that i was raised by a she-wolf of a mother who practiced emotional terrorism.”

“Does that mean that if by some miracle, love does come into my life, i should deny it? What kind of person would that make me? what kind of life …..”

And seth just stood silently. hehehehe.

#maap ya kalo bahasanya belang bentong. Soalnya bahasa inggrisnya belom lancar, tapi pengen belajar nulis pake B. Inggris. Tapi drpd lama postingannya ga kela2, jadi ajah es campur ginih. Heheheehe,,


Maybe it’s my talent

October 16, 2009
model dadakan

model dadakan

Dalam kabut pencarian jati diri yang menyesatkan ini, mulai terlihat ada titik terang. Ada secercah cahaya yang saya tau mungkin unreachable. Mungkin saya punya talenta,,,,,,,,,,, jadi model. Hwakakakakakakakak.

Selama ini, saya ngga pernah menganggap fisik saya (face) sebagai aset. Saya sadar banget saya ngga cantik. Tapi saya suka bergaya. Dan selama ini hasil gaya saya tersimpan di kamera hp, dan terpublikasi hanya di FS, FB, MP dan situs2 networking lainnya. Tapi kali ini ada calon photografer profesional, oi pak, yang bersedia menjadikan saya modelnya untuk berlatih jeprat jepret. Dan sepertinya saya berbakat. Kalo hasilnya potonya engga bagus, ya wajarlah emang modelnya ngga cantik. hihihihihi

Tiga T

Tiga T

Pawang gajah gelantungan

Pawang gajah gelantungan

Gelantungan lagi ^^

Gelantungan lagi ^^

Bersama Patung Pembebasan Irian Barat

Bersama Patung Pembebasan Irian Barat


Forced to be happy

October 15, 2009

One friend said that happiness is equivalent with thankfulness. That when we’re grateful, thankful for everything we have, everything happen in our life, then we’ll be happy. Next question is? Is it that simple? To be happy by only being grateful. Well then, i’m not a saint.

If you’re asking me, am i happy? Well, i’m happy in general. I mean, i have a job, quite a decent job, with proper salary but i feel bored with it sometime. I have a great body (with the height and the weight that might make some people get jealous) but with dark skin. I’m well educated but not that smart though. I have a nice boyfriend but lack of attention and affection, hehehe. Seems like i’m not satisfied with what i’ve achieved. I’m not grateful for what i have.

So like i said, it’s not that easy. Because human identical with dissatisfaction. It’s so hard to grateful when you’re not satisfied with what you have. Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, katanya. Makanya mungkin yang ada kita memaksakan diri untuk terlihat bahagia. Baiklah, saya sudah puas kok dengan yang saya punya, saya bahagia. PAdahal dalam hati saya tersiksa, karena saya ingin lebih. Well selama mampu untuk mendapatkan lebih, kenapa tidak. Tapi kalau memang ngga bisa, ya jangan dipaksakan.

Like in my relationship, i really want to say that i’m happy. I’m so grateful for the boyfriend i have. Sorry but it’s true, he’s not that great sometimes. And i have to admit that sometimes i want more.  I’m craving for more but he give me nothing. I love him so much, but i’m not happy. I can’t deny that sometimes i want to leave this relationship, but then i don’t. I stay. I try to be grateful. But somehow, i can’t force myself to be happy when i don’t. Though i’m good at accepting, adapting, forcing myself to do something i don’t really enjoy. It just feels wrong. Sigh. It’s not like i don’t love him. I’ve said before, i love him so much. But seems like something’s missing.

Well, maybe i need to be more thankful, it’s the easiest solution. At least i have a boyfriend right. And we’ve been through this past 6 years together. And last thing i need is doubt. I need to be certain. I don’t want to forced myself to be happy.

[It's a bad post,, i shouldn't write this,, but i have to]



I Never Finish What I Start

October 9, 2009

Why can’t i finish anything i start?

Waktu SMP saya aktif ikut beladiri Taekwondo. Kebetulan dojo-nya juga di taman belakang rumah nenekku. Dan pelatihnya pun om-ku. Saya serius berlatih, karena saya pikir saya punya bakat. Postur tubuh saya pun menunjang. Saya bahkan sempat mengidolakan Juana Wangsa Putri, atlet putri Taekwondo Indonesia. Saya ingin jadi atlet nasional. Dan semenjak dapet gelar Juara II pada Kejuaran Antar Cabang, saya otomatis diikutsertakan dalam pelatihan khusus untuk dipersiapkan mengikuti kejuaran level berikutnya. Duh pokoknya waktu itu saya bangga banget. Namun, sebulan dua bulan berjalan, penyakit lama muncul. Saya mulai membuat alasan-alasan untuk tidak datang latihan. Dari jarang-jarang datang, sampai akhirnya tidak datang sama sekali.

Setelah itu, pupuslah sudah harapan saya meniti karier keatletan di masa SMP ini. Jalan yang telah terbuka lebar buat saya mengembangkan diri telah saya tutup kembali. Dan kesempatan tidak selalu datang dua kali.

Waktu kelas 1 SMA, ada penerimaan untuk jadi anggota OSIS. Aku yang merasa punya jiwa kepemimpinan (cieh) dan pengen eksis di sekolah (like always), berminat untuk ikut mendaftar. Aku semangat sekali ketika proses seleksi dimulai sampai dengan pelatihan dasar. Walaupun agak kurang nyaman karena ngga ada satupun temen sekelasku yang ikut, jadinya ngga temen yang terlalu akrab. Setelah pelatihan dasar selesai, dua-tiga bulan pertama saya masih aktif ikut-ikut kegiatan. Tapi selepas itu saya mulai menghilang. Setiap pulang sekoleh, saya selalu mengambil rute memuter untuk menghindari Ruang Osis (RO) yang terletak di sebelah gerbang keluar. Pokonya saya adalah pengurus terhilang. Memang tahun kedua dan ketiga atas ajakan, pendekatan sekaligus sedikit paksaaan dari teman2 OSIS lainnya, saya mulai aktif lagi. Tapi tetap saja saya bukan pengurus teladan. Saya bukan pengurus yang pantas ditiru.

Kasus yang sama terjadi untuk beberapa ekstrakulikuler lain. Saya semangat mendaftar, tapi begitu lulus seleksi, saya langsung menghilang. Saya ngga pernah muncul di satu kegiatan pun. Kalo ada yang niat nanya, emang kenapa sih sya? Mungkin jawabannya, saya minder. Hampir 95% siswa di SMAN 5 Bandung adalah berasal dari keluarga yang berkecukupan, mungkin beberapa bahkan berlebihan. Sementara saya cuma gadis dari daerah, yang tinggal di gang, dengan uang saku yang cuma cukup buat ongkos.  OKe, bilanglah saya terlalu mengagungkan materi. Tapi saat itu, di masa remaja, buat saya itu penting. Oke lagi, bilanglah saya dangkal, tapi saat itu yang saya pengen cuma punya banyak temen, dan dianggap. Dan saat itu, saya merasa kalo materi-lah jawabannya. Dan ketika saya merasa ngga mampu, saya memilih untuk menyingkir dan menjadi gadis biasa-biasa saja.

Dan akhirnya, saya ngga mengerjakan apapun, ngga berprestasi apapun. Kalo akademis mah jangan ditanya, ndablek hehehe. Saya kembali melewatkan kesempatan untuk berprestasi, untuk mengembangkan diri. Dan masa SMA  ngga akan terulang dua kali. Kecuali kalo gwa kaya Zac Efron, 17 Again. Hohohoho

Well. that’s me. That’s my past. I thought i’ve passed it. But it still happens now. I’m still that kind of person. Saya masih juga tidak menyelesaikan apa yang aku mulai. Saya mau bikin scrap book tentang kami -saya dan frans- tapi baru sampai motong2 poto terus ngga selesai2. Saya punya project bikin novel, baru sampe tahap penciptaan tokoh abis tu ngga disentuh-sentuh lagi. Saya heboh daftar Gelatik -lomba nyanyinya departemen keuangan- tapi pas mau penyisihan, nyalinya ciut. Hyaaaah.

Mungkin kalo ditanya, orang seperti apakah kamu? Saya akan menjawab dengan menunduk malu, I’m a quitter. Lack of motivation sama motivator mungkin ya. Tapi jangan bawa2 orang lain lah. Keputusan yang saya ambil ketika “quit” itu kan tanggung jawab saya sendiri.

Jyah, semoga saya berhasil menyelesaikan apa yang sudah saya mulai bersama pacar saya semenjak 6 tahun yang lalu. Well, finger crossed.


Searchin’ My Soul – theme song

October 6, 2009

Waktu bikin judul blog ini, jujur aku memang terinspirasi dari satu lagu. Lagu yang dinyanyiin sama Vonda Shepard. Lagu ini merupakan soundtrack serial tv amrik yang cukup ngehit di awal taun 2000an. Yup betul, Ally McBeal judul serialnya. Sempet suka banget sama tu serial. Ceritanya yang tentang si Ally, pengacara muda dengan segala problematika di tempat kerja dan kehidupan cintanya. Well i was wanted to be a lawyer too back then. But then again, i was lost. Lost in a labyrinth of want. I don’t know what i want anymore.

So here’s the song, the theme song of this blog.

Sing it Vonda!!

I’ve been down this road walkin the line
Thats painted by pride
And I have made mistakes in my life
That I just cant hide

Oh I believe I am ready for what love has to bring
Got myself together, now Im ready to sing

Ive been searchin my soul tonight
I know theres so much more to life
Now I know I can shine a light
To find my way back home

One by one, the chains around me unwind
Every day now I feel that I can leave those years behind

Oh Ive been thinking of you for a long time
Theres a side of my life where Ive been blind and so…

Ive been searchin my soul tonight
I know theres so much more to life
Now I know I can shine a light
Everything gonna be alright
Ive been searchin my soul tonight
Dont wanna be alone in life
Now I know I can shine a light
To find my way back home
Baby I been holding back now my whole life
Ive decided to move on now
Gonna leave all my worries behind

Oh I belive I am ready for what love has to give
Got myself together now Im ready to live

Ive been searchin my soul tonight
I know theres so much more to life
Now I know I can shine a light
Everything gonna be alright
Ive been searchin my soul tonight
Dont wanna be alone in my life
Now I know I can shine a light
To find my way back home


It was my birthday

October 6, 2009

So what’s happening?

Ulang tahun gwa udah berlalu 4 hari yang lalu. Yayaya, ulang tahun gwa tanggal 2 Oktober yang lalu, jatuh di hari jumat.  Ulang tahun ke-25 ini terasa memang lebih berkesan daripada tahun2 sebelumnya. Well ya di luar ini adalah ulang tahun ke 1/4 abad gwa, ada banyak hal terjadi pada hari itu.

I never thought people would so “heboh” about my birthday. Contohnya si renald dan group TUPIm. Dari semenjak hari kamis, 1/10, temen2 di ruangan sebelah tuh udah heboh nuntut makan-makan. Bahkan si renald ngga berhenti ngoceh soal traktiran itu seharian. Pastinya gwa langsung kepikiran dong. Jadinya pas hari H itu gwa nraktir satu ruangan TUPIM makan Hokben dan temen2 ruanganku dapet traktiran makan siang juga.

Kehebohan juga mulai muncul di facebook. Tanggal 1/10 beberapa temen ada yang mulai ngucapin met ultah di wall. Agak risih sih sih, karena kan kecepetan. Tapi gapapa juga sih ya, kan niatnya baik. Salah satu yang kecepetan ngucapin adalah si ricky. my dear old friend from junior high school. It’s kind of special dapet ucapan dari dia -walopun kecepetan. Karena dia somehow adalah salah satu orang yang special buat gwa. Pas hari-H juga gwa kaget, banyak banget yang nyapa gwa di FB. Senangnya ternyata banyak yang care sama gwa.

H-2hours. Gwa memutuskan utk tidur cepet. Gwa tau si pacar bukan orang paling romantis sedunia. Dan kecil kemungkinannya dia akan bangun jam 12 untuk secara special be the 1st to congratulate me. Then suddenly, something happend. And the next 3 hours would gonna be a mistery and a history. I would never try to remember what was happened. What i can tell is, my boyfriend did call me at 12 a.m. and i didn’t answer it.

Some funny thing also happened that night. Rachel was planning to throw me a birthday surprise. But by accident she got busted. I saw the birthday cake on her desk. It was 10.30 pm. And then at 2 a.m. jadilah acara birthday yang ga surprise itu. Hehehe. Subuh-subuh, 2 cewe cantik dengan cuma pake daster, bernyanyi “Happy Birthday” di depan sebuah cake dengan lilin bertuliskan 55. What??? Yeah another stupid thing. Si rahel dodol itu ngga ngecek lagi lilin yg dikasih sama mamang2 tukang cake. Bukannya 25 malah 55. So that dawn was celebrating our 27.5 (55/2) years old birthday. It was fun. The next 2 hours, we were gosipping about our love life. Something that we’re rarely doing lately.

Sleep only for 2hours, made the birthday girl very exhausted. But the show must go on. We -me and few ladies at my office- planned to have fun and have my birthday bash karaoke. We spent 2 hours singing and having lunch at Nav Family Karaoke in Kelapa Gading. It was fun and extravagant. Hehehe. And a lot of money to be spent too. Haaaaa.

The day was ended by the visit of my very dear boyfriend. He came all the way from ciamis to Jakarta to celebrate my birthday. And he bought nothing. Arrrggghh,, i was so upset. He’s so unromantic, thoughtless, and such ignorant. He didn’t prepare any present for me. Sigh, but well that’s him. If he could prepare an amazing present, maybe i’ll get shock or amaze. Because, it’s so not him, pick a great present for his girlfriend. He prefer taking me to the mall. And let me pick the present myself. Owh, my stupid boyfriend just completed my 25th birthday.


Ini masalah adaptasi aja

October 5, 2009

Berbagai test psikologi membuktikan bahwa aku Sanguin. Betul, aku suka jadi pusat perhatian. Aku suka dipuji orang (siapa yang ngga). Aku menikmati berada di tengah keramaian. Aku ekstrovert, definitely. Aku suka ngobrol sama siapa aja. Aku senang menyapa dan disapa. Aku nyaman berada di tengah-tengah orang yang belum kukenal.

Tapi pada suatu situasi aku bisa menjadi seorang introvert. Diam. Menutup diri. Mengurung diri. Ngobrol dengan diri sendiri. Memilih menyingkir. Menghindar dari keramaian. Ya, aku kadangkala menjadi sosok yang seperti itu.

Satu sore aku duduk di balkon kostan. Mendengarkan musik dari telepon seluler. Menyesap kopi panas. Melamun dan Menerawang. Sendirian.

Lain sore, bersama teman-teman sekantor, aku besenang-senang di karaoke. Bergaya gila-gilaan. Berteriak melepas penat. Menjadi tontonan dan bahan tertawaan. Puas.

Lain soal, lain urusan. Aku ngga terbiasa sarapan dengan nasi. Perut mual dan menolak untuk diisi kalo udah ketemu nasi. Tapi seiring waktu, ketika ada yang mengajak sarapan bersama, aku mulai menikmati sarapan dengan nasi. Atau karena laper sih, apa juga dimakan. hehehe.

Sebetulnya ini jadi membingungkan. Aku bingung menempatkan posisiku. Aku sempat menganggap diriku sebagai gadis plin-plan. Tidak berpendirian. Tidak punya sikap. Satu waktu aku suka singkong besoknya aku suka keju. Minggu kemaren aku benci minum susu, minggu ini aku ngeborong susu berkarton-karton. Mau ekstrovert atau introvert? Mau sanguin atau plegmatis?

Well I’m good at accepting. Suka karena biasa. Atau juga, oke daripada ngga ada. Hihihihi. Sejauh ini ngga nyusahin orang, kurasa ngga ada masalah toh. Pacarku, orangtuaku, temen2ku juga ngga pernah protes. Bagusnya, aku bisa mengakomodir keinginan semua pihak. Ada temen ngajak nonton Jazz live music, Yoook. Ada temen ngajakin nonton konser paduan suara, mareee. Ke luar kota naek pesawat, doyan. Pulang kampung naek bus ekonomi, siaaap.

Jadi, ini masalah adaptasi aja.


Fresh Start

October 1, 2009

Hari ini, 1 Oktober 2009. Komputerku di kantor sudah berhasil dipulihkan kembali. Teknisinya bilang, isinya udah baru semua. Apanya gituh jadi 2 GB. Windows-nya juga sudah 2007. Well. aku cuma tersenyum dan bilang, yang penting file2nya utuh kang. Karena jujur ajah, tiga hari saya keteteran banget. Mau kerja susah, semua file yang dibutuhkan ada dalam komputer. JAdi yah sedikit banyak aku nyantai tuh 3 hari terakhir ini.

Maka itu, saat ini aku mau mulai dari awal lagi. Fresh Start. Mulai kerja lagi dengan komputer baru. Baru dibenerin ya. Dan tepat ditanggal 1 bulan oktober. Sekarang ajah niy kerjaan lagi agak longgar makanya aku berani nulisin blog ini.

Kalo ada yang notice, judul blog ini juga berubah loh. Ini mungkin bagian dari proses Fresh Start itu tadi. Aku pengen announce aja, kalo aku pada dasarnya masih tersesat di dunia ini. Di blog2 sebelumnya aku bilang: Open Your Mind, Free Your Mind, or Mi Casa or Su Casa. Well, ngarepnya di Blog baru ini, gwa pengen berusaha jujur aja sama diri sendiri. Karena kadang aku ngerasa munafik mengajak orang membuka pikiran, tapi aku sendiri masih berkutat dengan apa yang orang anggap baik, apa yang orang anggap bagus. Yah sederhananya sih, aku lagi ngga pengen promosiin blog ini. Disini bakalan jadi tempat curhat aku. Kalo ada yang mo baca ya monggo. Kalo ada yang mau komen ya silakan.

Searchin my soul mungkin adalah curhatan aku yang masih linglung mau apakah sih aku di dunia ini. Aku selalu terperangkap untuk memulai sesuatu yang ngga pernah bisa aku selesaikan dengan baik. Aku malas, mungkin itu kata kuncinya. Aku sedang mencari motivasi untuk dapat menyelesaikan yang aku mulai.

Another fresh start, atau mungkin juga bukan. Hari jadwalku jogging di lapangan banteg. Well sepertinya sampai saat ini, kegiatan jogging inilah yang paling konsisten aku lakukan. Sebisa mungkin semenjak 2 bulan terakhir, aku ngga skip jadwal joggingku Selasa-Kamis. Ini karena motivasinya cukup kuat, demi mengecilkan perut dan paha. Yah agak kelihatan sih hasilnya.

Well, this fresh start should better work. I cant handle another failure. In this journey of serching soul. I believe will find something i really want to do.


Perjuangan Nuker Tiket — Road to Java Jazz Festival 2009 (H-3)

March 3, 2009

–Note ini ditulis untuk menyalurkan kebelaguan, kecentilan, dan kenorakan Thasya yang heboh pengen nonton Java Jazz Festival–

“I don’t have a definition of jazz… You’re just supposed to know it when you hear it.”Thelonious Monk

Papah mamah Thasya suka music, ga peduli lah dangdut, pop, klasik, apalagi jazz. Tahun kemaren waktu thasya ga jadi nonton Java Jazz, mamah mencibir, “lagian mahal-mahal, sayang duitnya buat beli gituan, ntar juga ditayangin di tipi.” Hyaaaaaa. Lain lagi si papah, “ah gapapa, itu sih itungannya murah kalo liat artis2 yang tampil, artis internationalnya kan juga banyak. Kelasnya bedalah.” Ahhh papa emang paling ngerti deh.

Tahun ini thasya udah niat pokonya pengen nonton deh. LIa juga udah jauh-jauh hari ngingetin, “ayo sya jangan lupa ngumpulin buat nonton java jazz. Perhatiin tgl early bird tiket.” Dan berkat diingetin terus sama Lia, akhirnya thasya dapet juga beli tiket Java Jazz yang Early Bird secara online di website.

Tgl. 2 Maret 2009. Thasya inget-inget terus tanggal itu, karena itu tanggal penukaran e-ticket dari pembelian online. Penukaran dilakukan di Lagoon Cafe Hotel Sultan. Thasya berangkat sendiri kesana cuma bawa print2an e-ticket dua lembar. Ya dua lembar karena thasya pesen tiket 2 kali:

1. pesen ticket daily utk hari minggu, bayarnya pake kartu kredit rahel.

2. pesen ticket daily utk hari jumat + Jason Mrazz, dibayarin frans pake entah dari ATM BNI sapa.

Nyampe di Sultan, kirain prosesnya cuma tinggal nyerahin e-ticket terus pulang. TERNYATA, harus pake acara antri segala dan antriannya puanjang buanget. Thasya bersyukur tadi pas pergi inget bawa novel buat temen kesel di jalan. Tapi gawat juga soalnya tadi pas pergi lapornya cuma sebentar. Sementara kali liat antrian sepanjang itu, bakalan lama pastinya. Karena udah terlanjur nyampe situ, thasya ikhlasin deh ngantri. Sambil ngantri, terbaca deh ketentuan penukaran ticket, selain harus bawa ID juga harus bawa asli/FC bukti setor dan/atau asli/FC kartu kredit. GYABOOOO. Thasya ga bawa semuanya itu, cuma bawa diri ama KTP doang.

Yah gimana nanti deh, dapet syukur, ga dapet, ya harus dapet!! Itu filosofi thasya. hehehe. Udah ngantri panjang”, males juga kalo harus balik lagi. Lagian thasya lupa dimana nyimpen bukti setor dari frans, terus lupa juga mau minta kopian kartu kredit rahel. Huaaah. Perjuangan yang betul-betul berat, perut lapar, kaki pegal, sepatu kesempitan, ngga ada yang bisa diajak ngobrol, ditambah perasaan deg-deg ser takut ditolak ga boleh ngambil tiket gara” dokumen kurang. Eh jadi ceritanya pihak Hotel Sultan jualan roti ama soft drink plus air mineral buat yang ngantri, tapi masa harga satunya 20rebu. Mukyyyaa, emang ada yang mo beli apa??!!! Dodol juga tuh.

Sampe di Hotel Sultan jam 14.30 baru nyampe di counter loket jam 16.15. Maknyuss, ngantri gila, sendirian 1 jam 45 menit. Keringet dingin segede kaca polong mulai membuncah dari kulit thasya, ngeri waktu sama mas-masnya ditanya bukti setor dan kartu kredit. Miss Ngeles mulai beraksi: “Bukti setornya ilang mas. Lupa naro saya. Yah namanya manusia, wajar ya lupa. Kalo kartu kreditnya, berhubung saya pake kartu kredit temen, jadi saya ngga sempet ngopi. Apalagi temen saya sekarang lagi dines luar kota repot juga kalo saya harus giring dia kesini sekarang.” Tampang thasya udah semelas dan semeyakinkan mungkin.

Mas-masnya ga bisa memutuskan dan akhirnya menyerahkan berkas thasya ke om-om yang kayanya punya kedudukan lebih tinggi, semacam supervisornya gitu. Dia nanya ada apa dan gimana permasalahannya. Thasya ulang lagi deh ceritanya sambil nambahin, “saya udah belain ngantri hampir 2 jam pak. Karena saya tau, saya mau balik lagi juga percuma. Bukti transfernya beneran ilang dan kartu kredit. Duh masa saya harus beliin temen saya tiket pesawat ke jakarta cuma utk pinjem credit card-nya.(dalam hati: ampunnn gwa boong)”

Akhinya si om-om itu ngajak thasyake bagian verifikasi yang berada di sebelah booth penukaran ticket. Bagian verifikasi dilayanin sama tante-tante setengah baya yang gayanya masih gaol abis gituh bo. Disitu thasya ditanya-tanya sama si tante, waktu setor di bank mana, caranya gimana. Hmm thasya jawab aja, di BNI, lewat teller. Si tante langsung menyergah dengan nada menuduh, “salah,,, disini tertulis lewat atm.” haduh mampus. Abis thasya ga ngeh, kan yang transferin si frans.

Tembok pertahanan thasya hampir runtuh, air mata mulai menggenang, sedikit sih. Untuk mengalihkan pikiran, tangan thasya reflek ngubek-ngubek dompet. Tiba-tiba di sudut dompet, keliatan lipatan kertas kecil, semacam bukti transfer atm. Langsung thasya keluarin dan buka lipetannya. Begitu dibaca, thasya spontan ngucap syukur. “Ini bukan pak.” kata thasya sambil nunjukin bukti transfer itu. “Iya ini betul” kata si om-om ngomong ke si tante. Ahh lega. Tinggal yang credit card nih. Tapi ini sih cincay, karena thasya bisa nunjukin bukti sms rahel yang ngasi tau nomor credit card-nya dia.

Mukyaaa. Yang lain cuma 5 menit nuker tiketnya. Thasya sampai 30 menit ditambah emosi yang terkuras. Tapi yah. Hehehehehehe. Berhasil!!!!! Thasya pulang dengan membawa semua tiket. Dan sampai kantor udah jam 17.07. Aheee ^o^


Very Superstitious, Nothin’ More To Say (Stevie Wonder)

January 23, 2009
Begini, saya punya sebuah hiasan kulkas berbentuk hati -tepatnya bentuk Love, bukan Liver- yang terbuat dari tanah liat. Pada permukaan hiasan tanah liat berbentuk Love itu, tergambar lukisan kartun sepasang lelaki dan perempuan, yang lelaki tampan berambut klimis, yang perempuan cantik berambut lurus sebahu.

Hiasan kulkas ini saya beli kalau tidak salah di awal tahun 2008, di salah satu toko pernak-pernik di sebuah mall di Jakarta. Pertama melirik saya langsung tertarik pengen beli, well, saya pikir kok mirip ya kaya gambaran saya dan pacar saya. Tanpa pikir panjang, bahkan tanpa melihat dulu bandrol harga, yang bukan merupakan kebiasaan saya, lansung beli dan saya bawa ke kasir. Wah kulkas saya bakalan semakin cantik nih, begitu pikir saya kegirangan.

Memang benar, begitu saya coba tempel di kulkas, saya posisikan di tengah diapit hiasan magnet kucing-kucingan bertuliskan ‘believe’ dan ‘hope’, dikelilingi foto orang-orang yang saya sayangi, komposisinya terasa pas sekali. Hiasan berbentuk Love itu buat saya sangat berkesan. Bahkan waktu kamar saya berantakan banget kaya kapal pecah, yang kondisinya hampir selalu begitu, kalo pas buka kulkas terus ngeliat hiasan itu kok ya rasanya sejuk banget. Hmm tapi sepertinya itu sejuk karena saya lagi buka kulkas ya??!! Tapi yah pokonya saya suka deh, bikin saya inget terus sama si pacar. :)

I’m not a superstitious girl.

Dalam rangka menyambut Imlek, dan menyongsong long weekend akibat adanya libur imlek. SAya memutuskan untuk bersih-bersih kamar tadi malam. Sungguh keputusan yang tepat karena kondisi kamar saya sebenarnya sudah tidak layak huni. Debu di atas tivi dan lemari ketebalannya hampir 1 cm dan lantik keramik yang asalnya berwarna putih sudah berubah jadi abu-abu kecoklatan.
Okey saya tau itu berlebihan. Intinya adalah dengan segitu buruknya kondisi itu kamar, walapun sudah larut malam saya bela-belain untuk bersihin kamar.

Nah, waktu saya mau bersihin kulkas, jadi ceritanya saya mau lap kulkas biar ngga berdebu dan tetep kinclong, saya menyingkirkan dulu semua hiasan dan poto-poto yang ditempel di dinding kulkas. Kejadiannya cepat sekali sampai saya tidak menyadari bagaimana terjadinya, tiba-tiba hiasan love yang menggambarkan Frans&Thasya itu JATUH dan Hancur!!!! PRAANNKK,, saya kaget karena ketika terjatuh suaranya keras banget, hampir seperti suara gelas pecah.
SAat itu yang langsung berkelebat di pikiran saya adalah Frans. Hei, saya belum denger kabarnya dari tadi, dia belum nelpon sama sekali malam ini, begitu pikir saya risau. Tanpa disadari saya agak panik dan jantung saya berdebar agak kencang, ngga kencang-kencang banget, langsung saya telpon si Frans.
Pastinya,,, dia baik-baik aja, sudah tidur, dan agak kesal karena saya mengganggu tidurnya. Fiuuh, syukurlah.

Hei tapi apa-apaan tadi itu??? Kenapa juga saya mesti heboh, sok panik, khawatir, HANYA karena sebuah hiasan jatuh dan pecah.
I’m not a superstitious girl for God Sake!!! I walk under ladder, and have no problem with the number 13, though i hate black cat, and anykind of cat actually, for sure.
Terus kenapa saya mesti heboh karena sebuah hiasan jatuh, dan langsung mikir terjadi sesuatu sama frans. Cih, sejak kapan saya begitu terikat sama suatu benda dan menganggap benda itu memiliki makna-makna khusus.
I always believe that everything happen for a reason. And if i need a reason for this thing, it’s not a superstition,, it’s purely my clumsiness.

Yah,, mesti hunting lagi nih hiasan lucu yang mirip kaya gitu.

*mohon maklum kalo penulis belang-betong nulis pake b.Inggris dan B.Indonesia, plus bahasa preman. Soalnya lagi belajar bahasa inggris tapi belom pede dan bakalan kelamaan jadinya ni posting kalo ditulis pake bahasa inggris semua. hehehe.