I Will Never Survive

November 7, 2008

Kukira aku sudah berhasil,,

kukira aku sudah mulai membiasakan diri,,

bertahan cukup kuat menghadapinya,,

bersikap seberani mungkin untuk menghindari tanggapan orang yang bilang aku pengecut,,

padahal aku ingin setara, sama dengan mereka, seberani mereka, sekuat mereka,,

ternyata aku tidak tahan, aku tak sanggup bertahan,,

Tadi malam momentumnya,,

Siomay itu terlalu pedas,, sambelnya menggigit lidah,,

tak lama kemudian, panas menerjang perut,,

semalaman aku bergulat dengan diriku sendiri dengan perutku,, dan menyerah di kamar mandi,,

malam jumat yang panjang,, tepat pukul 12 malam, lilitan panas semakin kuat membelit perutku,,

aku tau bahwa aku telah takabur,, aku takkan pernah bisa menyukai pedas,, mereka tak mengijinkanku menguasai mereka,,

biar orang bilang apa,,

biarlah dipanggil pengecut, asal aman ini perut,,


The Ants Attack

November 6, 2008

Hate them,,,
I like ant,,,
but I hate Ants,,

Kenapa sih dengan semut-semut itu, serangga-serangga lainnya. Udah tau kalo ketemu manusia bakalan dibunuh, eh masih juga muncul2 gangguin kita (saya maksudnya).

Musim hujan datang, masalahnya selalu sama. Semut-semut menyerang. Entah apa yang terjadi, semut-semut selalu suka menyatroni kamar saya. Seminggu ini saya diteror semut. Saya tau kalo saya tuh orangnya manis banget, tapi kalo diemutin terus tiap malem sampe saya ngga bisa tidur kan repot juga. Semut-semut itu sepertinya bermigrasi melintasi kamar saya, dan karna mereka melihat objek manis -yaitu saya- langsung deh dikerubungi. Dua malam berturut-turut saya tidur di semutin.

Alhasil beberapa hari ini saya ngelembur bersihin kamar tiap malem, biar si semut ngga merajalela. Walopun sepertinya ngga terlalu ngaruh, populasi mereka terlalu besar. Putus asa -pantes berat badanku turun.

Setiap musim selalu begini deh. Musim hujan yang lalu, si semut melakukan tindakan bodoh lainnya. Masa mereka bersarang di dispenser yang masih penuh aernya. Alhasil terjadi bunuh diri masal. Dan mayat mereka mengambang-ngambang di dalam galon aqua yang terbalik dengan tegak di atas dispenser. Reaksi saya, kesal, jengkel, sekaligus puas -menertawakan kebodohan semut2 itu. Air di galon masih banyak. Mau di buang sayang, mau di minum agak jijik. Tapi toh akhirnya saya minum juga. Dan sampai hari ini saya masih hidup, sehat, segar bugar. hahahaha.

Oke, semut-semut waspada. Saatnya pembasmian!!!!!!