I Never Finish What I Start

Why can’t i finish anything i start?

Waktu SMP saya aktif ikut beladiri Taekwondo. Kebetulan dojo-nya juga di taman belakang rumah nenekku. Dan pelatihnya pun om-ku. Saya serius berlatih, karena saya pikir saya punya bakat. Postur tubuh saya pun menunjang. Saya bahkan sempat mengidolakan Juana Wangsa Putri, atlet putri Taekwondo Indonesia. Saya ingin jadi atlet nasional. Dan semenjak dapet gelar Juara II pada Kejuaran Antar Cabang, saya otomatis diikutsertakan dalam pelatihan khusus untuk dipersiapkan mengikuti kejuaran level berikutnya. Duh pokoknya waktu itu saya bangga banget. Namun, sebulan dua bulan berjalan, penyakit lama muncul. Saya mulai membuat alasan-alasan untuk tidak datang latihan. Dari jarang-jarang datang, sampai akhirnya tidak datang sama sekali.

Setelah itu, pupuslah sudah harapan saya meniti karier keatletan di masa SMP ini. Jalan yang telah terbuka lebar buat saya mengembangkan diri telah saya tutup kembali. Dan kesempatan tidak selalu datang dua kali.

Waktu kelas 1 SMA, ada penerimaan untuk jadi anggota OSIS. Aku yang merasa punya jiwa kepemimpinan (cieh) dan pengen eksis di sekolah (like always), berminat untuk ikut mendaftar. Aku semangat sekali ketika proses seleksi dimulai sampai dengan pelatihan dasar. Walaupun agak kurang nyaman karena ngga ada satupun temen sekelasku yang ikut, jadinya ngga temen yang terlalu akrab. Setelah pelatihan dasar selesai, dua-tiga bulan pertama saya masih aktif ikut-ikut kegiatan. Tapi selepas itu saya mulai menghilang. Setiap pulang sekoleh, saya selalu mengambil rute memuter untuk menghindari Ruang Osis (RO) yang terletak di sebelah gerbang keluar. Pokonya saya adalah pengurus terhilang. Memang tahun kedua dan ketiga atas ajakan, pendekatan sekaligus sedikit paksaaan dari teman2 OSIS lainnya, saya mulai aktif lagi. Tapi tetap saja saya bukan pengurus teladan. Saya bukan pengurus yang pantas ditiru.

Kasus yang sama terjadi untuk beberapa ekstrakulikuler lain. Saya semangat mendaftar, tapi begitu lulus seleksi, saya langsung menghilang. Saya ngga pernah muncul di satu kegiatan pun. Kalo ada yang niat nanya, emang kenapa sih sya? Mungkin jawabannya, saya minder. Hampir 95% siswa di SMAN 5 Bandung adalah berasal dari keluarga yang berkecukupan, mungkin beberapa bahkan berlebihan. Sementara saya cuma gadis dari daerah, yang tinggal di gang, dengan uang saku yang cuma cukup buat ongkos.  OKe, bilanglah saya terlalu mengagungkan materi. Tapi saat itu, di masa remaja, buat saya itu penting. Oke lagi, bilanglah saya dangkal, tapi saat itu yang saya pengen cuma punya banyak temen, dan dianggap. Dan saat itu, saya merasa kalo materi-lah jawabannya. Dan ketika saya merasa ngga mampu, saya memilih untuk menyingkir dan menjadi gadis biasa-biasa saja.

Dan akhirnya, saya ngga mengerjakan apapun, ngga berprestasi apapun. Kalo akademis mah jangan ditanya, ndablek hehehe. Saya kembali melewatkan kesempatan untuk berprestasi, untuk mengembangkan diri. Dan masa SMA  ngga akan terulang dua kali. Kecuali kalo gwa kaya Zac Efron, 17 Again. Hohohoho

Well. that’s me. That’s my past. I thought i’ve passed it. But it still happens now. I’m still that kind of person. Saya masih juga tidak menyelesaikan apa yang aku mulai. Saya mau bikin scrap book tentang kami -saya dan frans- tapi baru sampai motong2 poto terus ngga selesai2. Saya punya project bikin novel, baru sampe tahap penciptaan tokoh abis tu ngga disentuh-sentuh lagi. Saya heboh daftar Gelatik -lomba nyanyinya departemen keuangan- tapi pas mau penyisihan, nyalinya ciut. Hyaaaah.

Mungkin kalo ditanya, orang seperti apakah kamu? Saya akan menjawab dengan menunduk malu, I’m a quitter. Lack of motivation sama motivator mungkin ya. Tapi jangan bawa2 orang lain lah. Keputusan yang saya ambil ketika “quit” itu kan tanggung jawab saya sendiri.

Jyah, semoga saya berhasil menyelesaikan apa yang sudah saya mulai bersama pacar saya semenjak 6 tahun yang lalu. Well, finger crossed.

6 Responses to “I Never Finish What I Start”

  1. Tiwi Says:

    Jeung, udah pasti ya bulannya?
    heheheeheee…
    Tiwi nanti kondangan’y pake batik yax..

  2. rerere Says:

    maksudnya menyelesaikan yg udah di mulai 6 tahun lalu itu apa?

    menyelesaikan baik2 lalu cari yang lain ato gimana?

    hihihihi

  3. Tiwi Says:

    Jeung,ada udah mulai menyadari yax..?
    heheheheheee…
    Eh, Why don’t You celebrate your successfull?
    Kalo Tiwi,masih cuti mah males amat ke kantor walo cuma ngintip aj, heheheheheeee…
    Congratulation buat S1′y yax..
    Makam makam…
    Jumat yax..!?

  4. rach Says:

    Finish it….

    In a good and elegant way…

  5. thasyong Says:

    could you explain more how to finish it in a good and elegant way,, ^^

Leave a Reply